Desa Penujak, Lombok Tengah, Minggu, 16 Agustus 2026. Yayasan Literasi Ulul Azmi (LUAZ Foundation) kembali menggelar Pelatihan & Praktek Menulis Cerpen bertajuk “Menghidupkan Cerita, Menumbuhkan Cinta Baca” di sekretariat yayasan, Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. Pertemuan kedua ini berlangsung mulai pukul 08.00 WITA dengan narasumber Olga Mia Soransa, S.Si., yang akrab disapa Kak Olga oleh para peserta.
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Peningkatan Kapasitas Penggerak Literasi Tahun 2026 yang didukung oleh Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Sebanyak 20 peserta pelajar SMP dan SMA se-Kabupaten Lombok Tengah mengikuti rangkaian pelatihan yang berlangsung setiap Minggu sepanjang Agustus 2026.

Mengembangkan Naskah dari Premis dan Peta Cerita
Mengusung tema besar “Pengembangan Naskah”, pertemuan kali ini menjadi tindak lanjut dari hasil kerja peserta di pertemuan pertama, saat masing-masing telah menyusun premis cerita dan peta cerita mini berdasarkan struktur klasik. Pada sesi kedua ini, Kak Olga mengajak peserta mengubah ide dan kerangka tersebut menjadi naskah cerpen yang utuh.
Materi yang disampaikan mencakup enam bagian utama:
Membangun Tokoh & Karakter
Menekankan pentingnya menciptakan tokoh yang manusiawi, punya kekurangan, motivasi yang jelas, dan mengalami perkembangan dari awal hingga akhir cerita, bukan tokoh yang serba sempurna.
Alur & Latar Cerita
Mengenalkan tiga jenis alur (maju, mundur, dan campuran) serta latar cerita yang disarankan dekat dengan keseharian pelajar SMP/SMA, seperti rumah, sekolah, pertemanan, hingga media sosial.
Membuka Cerita dengan Gaya
mengajak peserta menghindari pembuka klise seperti “hari yang cerah” atau “malam yang sunyi”, dan langsung memulai cerita dari momen bertegangan atau tindakan konkret.
Membuat Adegan yang Hidup
peserta diajak membedakan antara “memberi tahu” dan “memperlihatkan” emosi tokoh, misalnya menulis detail konkret ketimbang sekadar menyebut kata “sedih”.
Konflik yang Menantang
Menekankan prinsip pertaruhan 50:50, di mana tokoh harus benar-benar bisa gagal agar konflik terasa berarti.
Dialog & Monolog Batin
Mengajarkan cara menyusun dialog antartokoh yang punya “suara” berbeda, serta monolog batin untuk memperlihatkan pergolakan pikiran tokoh.
Trik Menulis: Latihan Mengubah Kalimat Menjadi Adegan Hidup
Salah satu momen menarik dalam sesi ini adalah latihan singkat mendeskripsikan adegan “menangis sendirian di kamar” tanpa menuliskan kata “sedih”. Melalui trik ini, peserta diajak memperhatikan detail konkret gerakan tubuh, reaksi fisik, atau perilaku kecil tokoh sebagai cara “memperlihatkan” emosi, bukan sekadar “memberi tahu” lewat label perasaan. Latihan ini menjadi cara paling nyata bagi peserta untuk merasakan bedanya kalimat yang datar dengan adegan yang benar-benar hidup di mata pembaca.
Feedback Individual untuk 20 Peserta
Selain penyampaian materi, Kak Olga juga meluangkan waktu memberikan umpan balik satu per satu kepada seluruh 20 peserta pelatihan. Setiap peserta diminta mempresentasikan atau membacakan tugas yang telah dikerjakan, kemudian menerima masukan langsung terkait naskah masing-masing mulai dari penguatan tokoh, alur, hingga cara mengembangkan kalimat menjadi adegan yang lebih hidup.
Target Keluaran: Draf Pertama Cerpen
Sebagai penutup sesi, peserta diberikan tugas untuk menyusun draf pertama cerpen secara utuh boleh masih dalam bentuk kasar berdasarkan hasil revisi dari umpan balik yang diterima pada naskah masing-masing. Draf ini mengikuti struktur dan premis yang telah disusun sejak pertemuan pertama.
Rangkaian pelatihan akan berlanjut pada Pertemuan III: Revisi & Penyempurnaan Naskah, yang akan berfokus pada review naskah, konsultasi individu, penyuntingan isi dan bahasa, serta penyempurnaan struktur cerita.
Antologi cerpen hasil pelatihan ini rencananya akan diterbitkan dengan judul “Cintailah Dirimu: Merangkul Luka, Menemukan Bahagia” oleh Hanifa Publishing Digital, memuat minimal 20 cerpen karya peserta pelajar dari berbagai sekolah di Lombok Tengah, termasuk MAN Praya, SMAN 1 Praya Barat, dan MA Al-Hananniyah.