Penujak, Lombok Tengah — 30 Agustus 2026. Rangkaian Pelatihan dan Pendampingan Menulis Cerpen bertajuk “Menghidupkan Cerita, Menumbuhkan Cinta Baca” yang diselenggarakan oleh Yayasan Literasi Ulul Azmi (LUAZ Foundation) di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, resmi ditutup hari ini. Seluruh 20 peserta dinyatakan berhasil menyelesaikan naskah cerpen mereka tepat waktu, menandai rampungnya seluruh rangkaian pelatihan yang berlangsung sejak awal Agustus.

Empat Pertemuan, Satu Perjalanan Menulis
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Penguatan Penggerak dan Ekosistem Literasi Tahun 2026, hasil kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, dengan dukungan Balai Bahasa Provinsi NTB, Bunda Literasi NTB, dan Bunda Literasi Lombok Tengah.
Kegiatan berlangsung dalam empat kali pertemuan, yaitu pada 9, 16, 23, dan 30 Agustus 2026, dengan pembimbing Olga Mia Soransa, S.Si., Founder PT Hanifa Publishing Digital. Setiap pertemuan dirancang secara bertahap:
- Pertemuan I (9 Agustus 2026) dasar-dasar menulis cerpen dan penggalian ide
- Pertemuan II (16 Agustus 2026) pengembangan naskah
- Pertemuan III (23 Agustus 2026) revisi dan penyempurnaan naskah
- Pertemuan IV (30 Agustus 2026) puncak acara sekaligus penutupan pelatihan
Puncak Acara: Launching Buku hingga Penghargaan bagi Penulis
Pertemuan keempat pada 30 Agustus 2026 berlangsung istimewa. Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari narasumber, dilanjutkan dengan launching buku antologi cerpen karya para peserta. Suasana semakin hangat lewat sesi games bertajuk “Jika Aku Maka Aku”, sebelum peserta bergiliran menyampaikan kesan dan pesan selama mengikuti pelatihan.
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras selama empat pertemuan, seluruh peserta yang berhasil menyelesaikan naskahnya menerima sertifikat penulis sekaligus hadiah uang tunai sebagai penanda resmi bahwa mereka kini menyandang status penulis yang karyanya telah diterbitkan.
20 Penulis Muda, 20 Kisah
Peserta pelatihan merupakan pelajar SMP dan SMA se-Kabupaten Lombok Tengah, berasal dari SMAN 1 Praya Barat, SMPN 1 Praya Barat, MTs.N 1 Lombok Tengah, SMP IT Darul Arifi, MA Al-Hananniyah NWDI, dan MAN 1 Praya. Naskah-naskah yang dihasilkan dikelompokkan ke dalam lima subtema: Kehilangan, Penerimaan Diri, Keberanian, Proses Penyembuhan, dan Harapan. Kelima benang merah yang mengajak pembaca menyelami perjalanan emosi manusia dari kehilangan hingga menemukan kembali kebahagiaan.
Berikut daftar 20 penulis beserta karya dan asal sekolahnya:
Bagian 1 — Kehilangan
- Kehilangan Sahabat — Febriani Andini (SMAN 1 Praya Barat)
- Dia Sahabatku — Salsa Fadila Diraswati (SMPN 1 Praya Barat)
- Ketukan yang Tak Lagi Terdengar — Haekal Zaenal (MTs.N 1 Lombok Tengah)
- Suara yang Perlahan Menghilang — Sinta Oktavia Lopa (SMPN 1 Praya Barat)
- Pohon yang Dulu Kita Tandai — Konita Nabila Putri (SMP IT Darul Arifi)
Bagian 2 — Penerimaan Diri
- Izin untuk Tidak Baik-Baik Saja — Nur Viana (SMPN 1 Praya Barat)
- Bukan Panggung yang Kupilih — Nanang Maulana (MA Al-Hananniyah NWDI)
- Bukan Suara yang Sempurna — Wira Damai (MA Al-Hananniyah NWDI)
- Sisa Waktu untuk Diriku Sendiri — Silfi Aulia Putri (SMP IT Darul Arifi)
Bagian 3 — Keberanian
- Suara yang Gemetar — Amniatin Nakiyah (MA Al-Hananniyah NWDI)
- Jatah Kuat — Vajra Clarisa (SMPN 1 Praya Barat)
- Dahan yang Bertahan — Elda Safika (MAN 1 Praya)
Bagian 4 — Proses Penyembuhan
- Trauma si Bungsu — Ajeng Nova Hikmah (SMAN 1 Praya Barat)
- Luka yang Mengecil di Meja Kayu — Baiq Zulfa Maharani (SMAN 1 Praya Barat)
- Yang Tumbuh dari Tanah Berbatu — Dinda Sopiyana (SMPN 1 Praya Barat)
- Bayangan di Ujung Senja — Arka Yusuf Junisam (SMPN 1 Praya Barat)
Bagian 5 — Harapan
- Warna yang Tertunda — Rangga Maulana (SMPN 1 Praya Barat)
- Rumah Tua dan Cahaya yang Datang — Baiq Intan Aulia Kencana (SMPN 1 Praya Barat)
- Lentera di Ujung Jalan — Baiq Afifatul Inayah (SMP IT Darul Arifi)
- Warisan di Ujung Pena — Hera Faulina (SMP IT Darul Arifi)
Naskah Terbit Jadi Antologi, Diapresiasi Bunda Literasi NTB
Seluruh karya peserta dihimpun dan diterbitkan dalam sebuah buku antologi cerpen berjudul “Cintailah Dirimu: Merangkul Luka, Menemukan Bahagia” oleh PT Hanifa Publishing Digital, dengan Olga Mia Soransa, S.Si. sebagai editor sekaligus narasumber pendamping hingga buku ini terbit.
Kabar gembira ini turut mendapat apresiasi dari Bunda Literasi NTB, Sinta Agathia M. Iqbal, yang membagikan ulang informasi terbitnya antologi ini di Instagram story-nya pada Jumat, 28 Agustus 2026, lengkap dengan ucapan “good job” bentuk dukungan langsung dari tokoh literasi provinsi terhadap capaian para penulis muda Lombok Tengah.
Ketepatan waktu penyelesaian naskah oleh seluruh peserta menjadi capaian yang membanggakan, mengingat proses menulis cerpen mulai dari menggali ide hingga revisi akhir bukan perkara mudah bagi penulis pemula. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan efektivitas pendekatan bertahap yang diterapkan sepanjang empat pertemuan pelatihan.
Menutup rangkaian pelatihan, Olga Mia Soransa, S.Si. selaku narasumber menyampaikan bahwa terbitnya antologi ini bukanlah garis akhir dari perjalanan menulis para peserta, melainkan justru titik awal. Menurutnya, kemampuan menuangkan luka dan pengalaman pribadi menjadi cerita yang utuh adalah modal yang akan terus dibawa peserta jauh melampaui bangku sekolah, dan ia berharap semangat menulis yang sudah tumbuh selama empat pertemuan ini terus dirawat dan dilanjutkan oleh masing-masing penulis muda.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, Yayasan Literasi Ulul Azmi dan Hanifa Publishing Digital berharap antologi Cintailah Dirimu: Merangkul Luka, Menemukan Bahagia dapat menjadi jembatan bagi pembaca untuk mencintai diri sendiri, merangkul luka, dan menemukan kebahagiaan sekaligus menumbuhkan semangat literasi di kalangan pelajar Lombok Tengah.