Telepon

+6287-7284-8101

E-Mail

hanifapublishing@gmail.com

Jam Buka

Senin - Minggu : 08.00 21.00 WITA

Desa Penujak, Lombok Tengah  23 Agustus 2026. Sesi ketiga dari rangkaian Pelatihan & Praktek Menulis Cerpen bertajuk “Menghidupkan Cerita, Menumbuhkan Cinta Baca” kembali digelar di Sekretariat Yayasan Literasi Ulul Azmi (LUAZ Foundation), Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat. Pertemuan ini mengangkat tema besar “Revisi & Penyempurnaan Naskah”, tahap krusial yang menjembatani draf kasar menuju cerpen yang siap dibaca.

Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Peningkatan Kapasitas Penggerak Literasi Tahun 2026, yang didukung oleh Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Dua puluh peserta pelajar SMP dan SMA se-Kabupaten Lombok Tengah termasuk perwakilan dari MAN Praya, SMPN 1 Praya Barat, MTSN 1 Loteng, SMAN 1 Praya Barat, MA Al-Hananniyah dan SMP IT Darul Arifi hadir untuk mematangkan naskah cerpen mereka menuju antologi bertajuk Cintailah Dirimu: Merangkul Luka, Menemukan Bahagia, yang akan diterbitkan oleh Hanifa Publishing Digital.

Peserta dan narasumber Pertemuan III Pelatihan Menulis Cerpen LUAZ Foundation di Desa Penujak Lombok Tengah
Peserta dan narasumber berfoto bersama dalam Pertemuan III Pelatihan & Praktek Menulis Cerpen “Menghidupkan Cerita, Menumbuhkan Cinta Baca” yang digelar LUAZ Foundation di Desa Penujak, Lombok Tengah, 23 Agustus 2026.

Dari Draf Kasar Menuju Naskah yang Matang

Sesi dibuka dengan mengingat kembali bekal dari Pertemuan II: setiap peserta telah membawa pulang draf pertama cerpen mereka, meski masih dalam bentuk kasar. Di Pertemuan III inilah draf tersebut mulai diperkuat secara serius, melalui empat tahapan utama yang dipandu langsung oleh narasumber Olga Mia Soransa, S.Si.

Peserta Arka maju membacakan dan mempresentasikan naskah cerpen pada Pertemuan III
Peserta Pelatihan & Praktek Menulis Cerpen LUAZ Foundation maju ke depan untuk membacakan dan mempresentasikan naskah cerpen karya masing-masing dalam Pertemuan III di Desa Penujak, Lombok Tengah, 23 Agustus 2026.

Pendampingan dilakukan secara berlapis. Pertama, review naskah yang dilakukan satu persatu ke peserta selanjutnya  peserta diminta maju ke depan untuk membacakan naskahnya masing-masing. Sesi pembacaan naskah dibuka oleh Arka Yusuf Junisam, disusul oleh Haekal Zaenal yang membacakan naskahnya bertema kehilangan, kemudian dilanjutkan oleh peserta-peserta lain secara bergantian. Suasana selama sesi pembacaan berlangsung hangat, diselingi tawa yang mencairkan suasana di antara peserta. Kedua, konsultasi individu digelar secara bergilir, memberi ruang khusus bagi peserta yang membutuhkan bimbingan lebih mendalam atas naskahnya. Ketiga, penyuntingan isi dan bahasa dilakukan untuk memastikan setiap cerita tersampaikan dengan jelas sekaligus menyentuh pembaca. Keempat, penyempurnaan struktur cerita dikerjakan untuk merapikan alur agar logika cerita mengalir dengan baik. 

Menuju Finalisasi

Di penghujung sesi, seluruh peserta diharapkan keluar dengan naskah hasil revisi yang telah direview, disunting, dan diperkuat strukturnya  siap untuk difinalisasi. Perjalanan ke depan masih berlanjut: Pertemuan IV yang akan datang akan berfokus pada Finalisasi & Presentasi Karya, di mana peserta akan mempresentasikan karya mereka sekaligus menjalani evaluasi hasil penulisan dan seleksi naskah untuk antologi.

Dengan pendampingan intensif seperti ini, dua puluh calon penulis muda dari Lombok Tengah tidak hanya belajar menulis, tetapi juga belajar merevisi  sebuah keterampilan yang tak kalah penting dalam perjalanan menjadi penulis yang matang.

Harapan dari Narasumber

Di sela-sela pendampingan, Olga Mia Soransa, S.Si. selaku narasumber menyampaikan harapannya agar semangat menulis para peserta tidak berhenti seusai pelatihan ini. Baginya, pelatihan ini semestinya menjadi bekal bagi adik-adik peserta untuk terus berkarya, bahkan hingga mengukir prestasi dan membawa nama baik di kemudian hari.

Saya akan merasa bahagia suatu saat nanti jika ada salah satu peserta mungkin akan berprestasi dan membawa nama baik sekolah, keluarga, bahkan daerah ini,” ungkap Narasumber, menyiratkan harapan besar bahwa dari 20 naskah yang tengah direvisi hari itu, akan lahir penulis-penulis muda Lombok Tengah yang terus bertumbuh jauh melampaui ruang pelatihan ini.

 

 

 

 

 

 

Artikel yang Disarankan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[instagram-feed]